Penelitian Sejarah

Pengertian Penelitian Sejarah

Penelitian sejarah adalah sebuah penelitian yang dilakukan melalui teknik pengumpulan data dan evaluasi data secara sistematis untuk menggambarkan, menjelaskan, dan memahami peristiwa yang terjadi di masa lalu. Penelitian ini dilakukan untuk menguji kebenaran tentang kejadian tertentu di masa lampau.


Penelitian sejarah terkadang bukan hanya sekadar mengumpulkan dan menyajikan informasi faktual. Biasanya, penelitian sejarah juga berfokus pada individu tertentu, masalah sosial, hubungan antara peristiwa yang lama dan yang baru, hingga benda-benda yang mungkin terlibat.

Tujuannya untuk menambah wawasan tentang apa yang terjadi di masa lalu, supaya kita dapat belajar dari pengalaman-pengalaman masa lalu.

Contoh penelitian sejarah yang cukup populer yaitu tentang penemuan sungai Mississippi. Penelitian sejarah mengungkap cerita ini berdasarkan sumber tulisan dari catatan anggota ekspedisi penjelajah Spanyol Hernando de Soto dan surat arsip Spanyol.


Langkah-langkah Penelitian Sejarah :

Historiografi (Penulisan)

Historiografi adalah hasil atau karya penulisan sejarah. Historiografi termasuk langkah terakhir dalam metode penelitian sejarah. Langkah ini menjadi sarana untuk mengomunikasikan hasil-hasil penelitian yang diungkap, diuji, dan diinterpretasi. Selain itu, historiografi juga menentukan keberhasilan sejarawan dalam melakukan penelitiannya.

Saat menuliskan penelitian sejarah, peneliti juga harus memperhatikan beberpa kaidah penulisan, yaitu :

  • Bahasa dan format penulisan yang digunakan sesuai tata bahasa yang berlaku.
  • Adanya konsistensi penulisan, seperti dalam penggunaan tanda baca, istilah, dan penulisan rujukan sumber.
  • Istilah tertentu harus digunakan sesuai konteks permasalahannya.

Pemilihan Topik

Pemilihan topik dalam metode penelitian sejarah harus mengandung unsur 5w 1h, yaitu what (apa),who (siapa), where (dimana), when (kapan), why (mengapa), how (bagaimana).

Heuristik (Pengumpulan Sumber)

Tahapan ini berperan penting untuk mengetahui fakta-fakta baru tentang sebuah peristiwa. 

Adapun sumber-sumber yang biasa digunakan dalam penelitian sejarah, yaitu :

Sumber Lisan

Sumber lisan merupakan keterangan yang didapat dari orang-orang yang mengalami kejadian atau peristiwa tersebut secara langsung. Jenis sumber lisan juga bisa didapatkan dari orang yang berada di sekitar tokoh yang mengalami peristiwa sejarah. Contoh sumber ini adalah wawancara.

Sumber Tulisan

Berisi keterangan tentang peristiwa sejarah dalam bentuk tulisan. Berasal dari catatan-catatan mengenai suatu kejadian di masa lampau yang sampai saat ini masih dapat ditemukan. Contohnya sumber yaitu dokumen, prasasti, piagam, naskah, surat kabar, dan laporan.

Sumber Benda

Didapatkan dari benda-benda asli yang berasal dari suatu zaman atau peristwa tertentu. Contohnya, Bangunan, senjata, perkakas, patung, candi, serta perhiasan.

Verivikasi (Kritik Sumber)

Dilakukan untuk menyeleksi sumber-sumber yang telah dikumpulkan pada langkah sebelumnya. Dalam tahap ini, peneliti harus memastikan setiap sumber yang terkumpul bersifat valid dan sesuai subjek yang diteliti. 

Ada dua jenis verifikasi sumber, antara lain :

Verivikasi Eksternal

Pengujian keaslian sumber sejarah yang dilakukan dengan merujuk pada bahan-bahan yang digunakan dalam pembuatan sumber. Ada tiga aspek yang harus terungkap dalam kritik eksternal, antara lain autentitas (kesesuaian sumber), orisinalitas (keaslian), dan integritas (keutuhan sumber).

Verivikasi Internal

Pengujian keaslian sumber sejarah yang merujuk pada isi sumber. Ada tiga aspek penting yang harus diungkap dalam kritik internal, antara lain sifat sumber (keresmian sumber), latar belakang penulis sumber, dan perbandingan dengan sumber lainnya.

Interpretasi (Penafsiran)

Metode penelitian sejarah yang keempat yaitu interpretasi. Pada tahap ini, peneliti melakukan penafsiran makna atas sumber sejarah yang berhasil dikritik. Penafsiran yang dilakukan peneliti harus dilandasi sifat objektif. Kalaupun membutuhkan sikap subjektif, peneliti harus bersikap subjektif rasional.

2 cara untuk melakukan interpretasi yaitu dengan cara analisis (menguraikan) dan sintesis (menyatukan) fakta-fakta yang telah diperoleh sebelumnya.











Comments

Popular Posts